Peranan Dan Fungsi Bahasa
- Pengertian Bahasa
Bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang arbitrer yang dipakai oleh anggota
suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesamanya,
berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama (Djarjowidjojo, 2003: 16).
Bahasa adalah satu sistem, sama dengan sistem- sistem lain, yang sekaligus bersifat
sistematis dan bersifat sistemis. Jadi, bahasa itu bukan merupakan satu sistem tunggal
melainkan dibangun oleh sejumlah substansi (sub sistem fonologis, sintaksis, dan leksikon).
Sistem bahasa ini merupakan satu lambang, sama dengan sistem lambang lalu lintas, atau
sistem lambang lainnya. Hanya, sistem lambang lalu lintas, atau sistem lambang atau tanda
lain; dan bunyi itu adalah bunyi bahasa yang dilahirkan oleh alat ucap manusia. Sama dengan
sistem lambang lain, sistem lambang bahasa ini juga bersifat arbitrer. Artinya, antara lambang
yang berupa bunyi itu tidak memiliki hubungan wajib dengan konsep yang dilambangkannya
(Chaer, 2003: 30).
Menurut Kridalaksana (2008: 24) bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer
yang digunakan oleh suatu anggota masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi dan untuk
mengidentifikasikan diri. Menurut Keraf (1997:1) bahasa adalah alat komunikasi antara
anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
B.Maanfaat atau Fungsi Bahasa Indonesia
Fungsi Bahasa Indonesia secara umum dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari
Bahasa merupakan salah satu alat untuk
menunjukkan identitas diri atau alat untuk mengekspresikan diri.
Mengapa? Karena dengan bahasa kita dapat menunjukkan sudut pandang kita,
pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita,
pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita,
baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. Agar komunikasi yang
dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa
harus harus menguasai bahasanya.
Dalam Konteks ini, bahasa yang kita gunakan
adalah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia memiliki beberapa
fungsi-fungsi secara umum diantaranya adalah
- Sebagai bahasa Negara dan pemersatu bangsa
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang
sangat penting di Negara karena merupakan salah satu dari ikrar sumpah
pemuda tahun 1928 yang berbunyi Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Bersumber
dari hal tersebut, Bahasa Indonesia juga memiliki fungsi sebagai
pemersatu bangsa yakni berarti kedudukan yang dimiliki lebih tinggi
daripada bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia.
Indonesia memiliki beragam budaya dan
bahasa, untuk itu bahasa pemersatu diperlukan agar hubungan komunikasi
antar satu dengan yang lain tidak terhambat.
Sebagai contoh, misalnya seorang pejabat
daerah Manado mendapat tugas dinas di Jakarta aan tetapi dia tidak bisa
mengunakan bahasa Indonesia dan dia hanya menguasai bahasa daerah
manado. Tentu ketika dia telah tiba di Jakarta, tidak semua orang
Jakarta dapat mengerti apa yang dia bicarakan karena di Jakarta berbagai
suku dan budaya ada. Pejabat tersebut harus menggunakan bahasa
Indonesia agar hubungan komunikasi dalam perjalan dinasnya tidak
mengalami hambatan.
2.Sebagai Alat komunikasi
Seperti yang telah dijelaskan dalam point
pertama tadi. Bahasa Indonesia tidak akan luput daripada fungsi
komunikasi. Karena komunikasi adalah hal yang paling utama diperlukan
saat menjalin hubungan dengan orang lain.
Contohnya adalah kita berbicara bahasa
Indonesia kepada guru atau dosen kita. Bahasa Indonesia dapat menjadi
alat yang membantu kita menyampaikan ide, gagasan, dan pemikiran kita.
3.Sebagai penunjuk identitas diri
Berkaitan dengan point kedua, Bahasa
Indonesia merupakan alat menyampaikan gagasan dan pemikiran kita kepada
orang lain sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa bahasa juga
sebagai penunjuk identitas diri. Dari cara berpikir kita, tata bahasa
yang kita gunakan serta idea pa saja yang telah kita tuangkan
menggunakan bahasa Indonesia dapat menggambarkan identitas diri kita.
4.Sebagai alat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
Dalam dunia pendidikan di Indonesia, Bahasa
Indonesia menjadi salah satu materi yang wajib diajarkan mulai dari
tingkat paling rendah hingga tingkat perguruan tinggi. Hal itu terjadi
karena Bahasa Indonesia merupakan alat untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Diluar sana, banyak buku-buku yang menjadi
sumber pengetahuan menggunakan bahasa Indonesia. Di sisi lain, sebagai
syarat kelulusan mahasiswa perguruan tinggi juga harus menggunakan
bahasa Indonesia dengan baik dan benar untuk membuat suatu perkembangan
ilmu pengetahuan dengan sebuah ide yang menggunakan bahasa Indonesia
kemudian dipaparkan dalam bentuk tulisan ilmiah.
- Bahasa Dapat Merubah Perilaku Orang
Menurut saya bahasa itu cukup berpengaruh
kepada diri kita sendiri , dengan berbahasa , orang lain bisa memahami
seberapa baik / buruknya orang itu , dengan bahasa , orang lain tau dari
daerah mana orang itu tinggal , Dari beberapa pernyataan dosen/guru
sosial yang saya temui mengatakan bahwa “bahasamu mempengaruhi
perilakumu”. Artinya bahasa yang kamu gunakan sehari-hari dapat
mempengaruhi baik-buruknya perilaku atau sopan-santunmu. Kalau
dipikir-pikir lagi memang benar. Ketika mulut berkata yang kasar/buruk,
secara otomatis perilaku yang ditimbulkan akan cenderung sama, yaitu
kasar/buruk. Maka gunakanlah bahasa yang baik agar bisa menjadi lebih
baik J .
Ragam Dan Laras Bahasa
- Ragam Bahasa
Didalam bahasa indonesia disamping
dikenal kosa kata baku indonesia dikenal pula kosa kata bahasa indonesia
ragam baku,yang alih-alih disebut sebagai kosa kata baku bahasa
indonesia baku.kosa kata bahasa
indonesia ragam baku atau kosa kata bahasa indonesia baku adalah kosa
kata baku bahasa indonesia,yang memiliki ciri kaidah bahasa indonesia
ragam baku,yang di jadkan tolak ukur yang di tetapkan berdasarkan
kesepakatan penutur bahasa indonesia,bukan otoritas lembaga atau intansi
didalam menggunakan bahasa indonesia ragam baku.jadi,kosa
kata itu digunakan didalam ragam baku bukan ragam santai atau ragam
akrab.walaupun demikian,tidak tertutup kemungkinan digunakannya kosa
kata ragam baku didalam pemakaian ragam-ragam yang lain asal tidak
mengganggu makna dan rasa bahasa ragam yang bersangkutan.
Suatu ragam bahasa,terutama ragam
bahasa jurnalistik dan hukum,tidak tertutup kemungkinan untuk
menggunakan bentuk kosa kata ragam bahasa baku agar dapat menjadi anutan
bagi masyarakat pengguna bahasa indonesia.dalam
pada itu perlu yang perlu diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang
berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi
pembicaraan),pelaku bicara,dan topik pembicaraan (Fishman ed.,
1968;Spradley,1980).
- Laras Bahasa
Laras bahasa ialah keseimbangan bahasa dalam keseimbangan sehari-hari. Beberapa macam laras bahasa, antara lain:
- baku dan tak baku
- kajian dan populer
- resmi dan tak resmi
Contoh :
Laras bahasa baku dan tak baku : *Bunga ini untuk ibuku
*Bunga ini buat ibuku
Laras bahasa kajian dan popular : *Saya orang yang tak tahu apa-apatentang komputer.
*Saya orang awam terhadap komputer.
Laras bahasa resmi dan tak resmi : *Lo mau makan apa, Di?
*Anda mau makan apa , Di ?
Macam-macam Ragam Bahasa
Yaitu bisa dibagi 3 berdasarkan media,cara pandang penutur, dan topik pembicaraan.
1.Ragam Bahasa Berdasarkan Media
- Ragam bahasa Media (Lisan)
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh
situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat.
Namun hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian
ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan kalimat
dan unsur-unsur didalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan
dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicara menjadi
pendukung didalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.
Pembicara lisan dalam situasi formal berbeda
tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicara lisan dalam situasi tidak
formal atau santai. Jika ragam bahasa dituliskan, ragam bahasa itu tidak
bisa disebut ragam bahasa tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam
lisan. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak
menunjukan cir-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dengan
tulisan, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam
tulis. Kedua ragam itu masing-masing adapun ciri dari keduanya:
Ciri-ciri ragam lisan:
- Memerlukan orang kedua/teman bicara.
- Tergantung kondisi, ruang, dan waktu.
- Tidak harus memperhatikan gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
- Berlangsung cepat
b.Ragam Tulis
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulisan
makna kalimat yang diungkapkan nya ditunjang oleh situasi pemakaian
sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalomat. Oleh karrena
itu, penggunaan ragam baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan
dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk katadan
struktur kalimat, serta kelengkapaan unsur-unsur bahasa di dalam
struktur kalimat.
Ciri Ciri Ragam Tulis
- Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara;
- Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu;
- Harus memperhatikan unsur gramatikal;
- Berlangsung lambat;
- Selalu memakai alat bantu;
- Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi;
- Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.
Contohnya: “Saya sudah membaca buku itu”.
Perbedaan antara ragam lisan dan tulisan (berdasarkan tata bahasa dan kosa kata ) :
Tata Bahasa :
- Ragam Bahasa lisan
1) Nia sedang baca surat kabar.
2) Ari mau nulis surat.
3) Tapi kau tak boleh menolak lamaran itu.
- Ragam bahasa tulisan.
1) Nia sedang membaca surat kabar.
2) Ari mau menulis surat.
3) Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu.
Kosa kata :
- Ragam bahasa lisan
1) Ariani bilang kalau kita harus belajar.
2) Kita harus bikin karya tulis.
3) Rasanya masih terlalu pagi buat saya, Pak
- Ragam bahasa tulisan
1) Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar.
2) Kita harus membuat karya tulis.
3) Rasanya masih telalu muda bagi saya, Pak.
2.Ragam bahasa Indonesia dari cara pandang penutur.
Berdasarkan cara pandang penutur, ragam
bahasa indonesia terdiri dari ragam dialek, ragam terpelajar , ragam
resmi dan ragam tak resmi.
Contoh:
Ragam dialek : “Gue udah baca itu buku ”
Ragam terpelajar : “Saya sudah membaca buku itu”
Ragam resmi : “Saya sudah mmbaca buku itu”
Ragam tak resmi : “Saya sudah baca buku itu”
3.Ragam Bahasa Indonesia Menurut Topik Pembicaraan.
Menurut topik pembicaraan, ragam bahasa
terdiri dari ragam bahasa ilmiah, ragam hokum ragam bisnis, ragam agama ,
ragam social,ragam kedokteran dan ragam sastra
Ragam hukum : Dia dihukum karena melakukan tindak pidana.
Ragam bisnis : Setiap pembelian diatas nilai tertentu akan diberikan diskon.
Ragam sastra : Cerita itu menggunakan Flashback.
Ragam kedokteran: Anak itu menderita penyakit kuorsior
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar