Nama : Septiyawan Aditya Prakoso
NPM : 28113400
Kelas : 1KB05
BAB 1 ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI SALAH
SATU MATA KULIAH UMUM
Ilmu sosial dasar adalahpengetahuan
yang menelaah masalah-masalah social,khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat
indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta,konsep teory) yang
berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahliandalam lapangan ilmu-ilmu
sosial seperti : sejarah, ekonomi, geografi social, sisiologi, antropology, psykologi
social.
Sebagai
salah satu dari mata kuliah dasar umum, ilmu mempunyai tujuan pembinaan
mahasiswa agar :
a) Memahami dan menyadariadanya
kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah social yang ada dalam masyarakat.
b) Peka terhadap masalah-masalah social
dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
c) Menyadari bahwa setiap masalah sosial
yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya
mempelajarinya secara kritis-interdispliner.
d) Memahami jalan pikiran para ahlidari bidang ilmu pengetahuan
laindan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah
social yang timbul dalam masyarakat.
Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial mempunyai
persamaan dan perbedaan. Berikut persamaannya :
a. Merupakan bahan studi program
pendidikan
b. Bukan disipilin ilmu yang berdiri
sendiri
c. Mempunyai materi yang terdiri dari
kenyataan social dan masalah social
Berikut perbedaannya :
a. Ilmu Sosial dasar diberikan di
Perguruan Tinggi, Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di SD dan Sekolah Lanjutan
b. Ilmu Sosial Dasar merupakan mata
kuliah tunggal, Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompokan dari sejumlah mata
pelajaran
c. Ilmu Sosial Dasar diarahkan ke
pembentukan sikap dan kepribadian, Ilmu Pengetahuan Sosial ke pembentukan
pengetahuan dan keterampilan intelektual
BAB 2 PENDUDUK MASYARAKAT DAN
KEBUDAYAAN
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting
dalam masalah social ekonomi dan masalah penduduk khususnya. Karena disamping
berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh
terhadap kondisi ekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia. Apabila
pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas makan
akan menimbulkan masalah.
Penambahan/pertambahan
penduduk disuatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh
faktor-faktor demografi sebagai berikut
:
a.
Kematian ( Mortalitas )
b.
Kelahiran ( Fertilitas )
c.
Migrasi
Dalam
pengukuran demografi ketiga factor tersebut diukur dengan tingkat/rate.
Tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwayang menyatukan dalam bentuk perbandingan.
Biasanya perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 100 penduduk.
1.
Kematian
Ada 2
tingkat kematian :
a. Tingkat kematian kasar ( Crude Death Rate/ CDR
)
Tingkat
kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per
jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
B. Tingkat kematian khusus ( Age Specific Death
Rate )
Tingkat
kematian itu dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain umur, jenis kelamin,
pekerjaan. Karena perbedaan resiko kematian tersebut makan digunakan tingkat
kematian menurut umur. Dengan tingkat kematian ini menunjukan hasil yang lebih
teliti.
2.
Fertilitas ( Kelahiran Hidup )
Pengukuran
fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan
adanya alasan sebagai berikut :
a. Sulit memperoleh angka statistic
lahir hidup
b. Wanita mempunyai kemungkinan
melahirkan seorang anak
c. Makin tua umur wanita tidak berarti
kemungkinan mempunyai anak turun
d. Di dalam pengukuran fertilitas
melibatkan 1 orang saja
Fertilitas dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Angka kelahiran umum ( General Fertility
Rate (GFR) )
GFR adalah
angka yang menunjukan jumlah kelahiran per 100 wanita produktif. Wanita ber umur
produktif antara 15-44 tahun atau antara 15-49 tahun.
b.Tingkat
kelahiran khusus (Age Specific Fertility Rate (ASFR) )
ASFR
menunjukan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam
kelompok 15-49 tahun. Ukuran ini lebih baik daripada ukuran diatas, karena
pengaruh daripada variasi kelompok umur dapat dihilangkan.
3.
Migrasi
Migrasi
adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke
tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas
politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan
sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah
(negara) lain.
Untuk
mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah dapat dilihat dari piramida
penduduknya. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan diketahui
mengenai perbandingan jumlah penduduk anak-anak, dewasa dan oran tua pada
wilayah yang bersangkutan. Keadaan struktur penduduk yang berbeda akan
menunjukan bentuk piramida yang berbeda pula. Ada 3 jenis struktur penduduk :
1.
Piramida penduduk muda
Piramida ini
menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang.
Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian.
2.
Piramida stationer
Piramida ini
menggambarkan keadaan penduduk yang tetap sebab tingkat kematian rendah dan
tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
3.
Piramida penduduk tua
Piramida ini
menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat
kematian kecil.
Pertumbuhan
dan Perkembangan kebudayaan di Indonesia
Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesia, mulai
dari zaman batu sampai zaman logam sungguh berliku-liku. Berdasarkan pendapat
para ahli prehistoric ternyata zaman batu terbagi menjadi 2 yaitu Zaman batu
tua (Paleolithikum) dan Zaman batu muda (Neolithikum).
Alat-alat
batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih
kasar-kasar, misalnya kapak genggam. Berdasarkan penelitian para ahli, bangsa
Proto Austonesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapan batu besar maupun
kecil bersegi-segi itu berasal dari Cina Selatan, menyebar kea rah
Selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semananjung malaka. Lebih
lanjut menyebar ke Sumatra, Jawa, KalBar, Nusa Tenggara, Flores, Sulawesi dan
Pilipina. Kapan baru serupa itu diasah sampah mengkilat dan diikat kepada
tangkai kayu dengan rotan. Bersamaan dengan persebaran budaya kapak batu,
tersebar juga bahasa Proto Austronesia sebagai induk bahasa dari bangsa yang
mendiami pulau diantara samudra Indonesia dan Samudra pasifik.
Zaman batu
muda membawa revolusi dalam kehidupan manusia, mereka mulai hidup menetap,
membuat rumah, membentuk desa, bertani dan beternak untuk keperluan mereka.
Alat-alatnya pun mengalami kemajuan mulai dengan kepandaian mencairkan logam
dari biji besi dan mampu membuat senjata untuk berburu dan berperang.
Berlanjut ke
zaman berikutnya zaman kebudayaan Hindu, Budha dan Islam. Pada abad ke 3 dan ke
4 agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya pulau Jawa. Sekitar abad ke 5,
ajaran Budha masuk ke Indonesia dan khususnya pulau Jawa. Kedua agama ini
tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai mereka melahirkan karya budaya
yang bernilai tinggi dalam seni bangunan, seni pahat, seni ukir, maupun seni
sastra. Lalu pada aband ke 15 dan 16 agama Islam masuk ke Indonesia dan
dikembangkan oleh para pemuka Islam yang disebut Wali Sanga dan titik sentra
penyebaran agam Islam berada di pulau Jawa. Agama islam berkembang pesar di
Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk
Indonesia.
Lalu
berlanjut lagi ke kebudayaan barat, kebudayaan barat masuk karena pada masa itu
kaum penjajah menggedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Jadi,
muncullah bangunan-bangunan gaya arsitektur Barat dan terbagi juga
lapisan-lapisan masyarakat seperti Lapisan social yang terdiri dari kaum buruh
dan Lapisan social kaum pegawai.
BAB 3 INDIVIDU, KELUARGA dan
MASYARAKAT
Individu
adalah bagian atau satuan terkecil yang perseorangan dari suatu kelompok
masyarakat. Pertumbuhan adalah perubahan besar, ukuran atau jumlah dalam suatu
bentuk untuk pengukuran. Dan pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi
sewaktu-waktu yang dapat dihitung dari jumlah individu sebuah populasi.
Terdapat 3
factor yang mempengaruhi pertumbuhan :
a. Pendirian
Nativistik
Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat, bahwa
pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa
sejak lahir.Mereka menunjukan berbagai kesempatan atau kemiripan antara orang
tua dengan anaknya.
b. Pendirian
Empiristik dan Environmentalistik
Para ahli berpendapat bahwa pertumbuhan individu semata-mata
tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali jadi, lebih
jaih menekankan pada lingkungan dan konsekuensinya hanya lengkunganlah yang
banyak berbicara.
c. Pendirian
konvergensi dan Interaksionisme
Para ahli menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan
lingkungan dapat menentukan pertumbuhan indvidu.
Tahap
pertumbuhan individu berdasar psikologi
Pertumbuhan
indivdu sejak lahir sampai dewasa itu melampaui beberapa fase sebagai berikut:
a. Masa vital yaitu 0.0 - 2.0 tahun
b. Masa estetik yaitu 2.0 – 7.0 tahun
c. Masa intelektual yaitu 7.0 – 13.0 / 14.0
tahun
d. Masa social 13.0 / 14.0 – 20.0 / 21.0
tahun
Keluarga
adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok
kecil dalam masyarakat. Fungsi keluarga adalah pekerjaan-pekerjaan atau
tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keuarga itu. Terdapat
macam-macam fungsi keluarga yaitu :
a. Fungsi Biologis
Tugas
keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai
generasi penerus.
b. Fungsi
Pemeliharaan
Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi dari
gangguan-gangguan seperti penyakit dan bahaya dan memeliharanya supaya aman
c. Fungsi
Ekonomi
Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari
sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala
keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu,
sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
d. Fungsi
Agama
Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan
mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan
tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang
mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
e. Fungsi
Sosial
Tugas keluarga untuk membina sosialisasi pada anak, membentuk
norma-norma tingkah laku dan meneruskan nilai-nilai budaya.
Pengertian Individu, Keluarga dan
Masyarakat
Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya
yang tak terbagi. Kata indvidu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan
suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata invidu bukan berarti
manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai
kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat
Dr. A. Lysen.
Durkheim
berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga social sebagai hasik factor-faktir
politik, ekonomi dan lingkungan. Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa keluarga
adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu
mengerti dan merasa berridi sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak
dan berkendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan
masing-masing anggotanya
Masyarakat
adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan,
norma-norma, adat istiadat yang sama-sama diataati dalam lingkungannya. Tatanan
kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang menjadi dasar kehidupan
social dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia
yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas. Masyarakat dapat digolongkan
menjadi 2 yaitu :
a. Masyarakat
Sederhana
Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola
pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja
dalam bentuk lain tidak terungkap dengan jelas , sejalan dengan pola kehidupan
dan pola perekonomian masyarakat sederhana atau belum sedemikian rupa seperti
masyarakat maju (modern)
b. Masyarakat
Maju
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok social atau lebih
akrab dengan sebutan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan
berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan yang akan dicapai. Dalam
lingkungan masyarakat maju dapat dibedakan menjadi kelompok masyarakat non
industri dan masyarakat industry
Hubungan antara individu, keluarga
dan masyarakat
Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat. Aspek
individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang
tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak
akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada
individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai
manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana
individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga
membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan
mencapai potensinya sebagai manusia.
Urbanisasi dan Urbanisme
Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa
ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya
masyarakat perkotaan. Urbanisasi mempunyai akibat-akibat negative terutama
dirasakan oleh negara yang agraris seperti Indonesia. Hal ini terutama
disebabkan karena pada umumnya produksi pertanian sangat rendah apabila
dibangdingkan dengan jumlah manusia yang dipergunakan dalam produksi tersebut
dan boleh dikatakan bahwa factor kebanyaka penduduk merupakan gejala yang umum
di negara agraris yang secara ekonomis masih terbelakang.
Proses
urbanisasi bisa terjadi mabat atau cepat tergantung pada keadaan masyarakat.
Ada 2 aspek tersebut yaitu :
· Perubahannya
masyarakat desa menjadi masyarakat kota
· Bertambahnya
penduduk kota yang disebabkan oleh mangalirnya penduduk yang berasal dari desa
(pada umumnya disebabkan karena penduduk desa merasa tertarik oleh keadaan di
kota)
Sehubungan
dengan aspek tersebut, maka ada beberapa sebab yang mengakibatkan suatu daerah
mempunyai daya tarik sedemikian rupa sehingga orang pendatang semakin banyak.
Secara umum dapat dikatakan bahwa sebab-sebabnya adalah :
· Daerah
yang termasuk menjadi pusat pemerinthana atau menjadi ibu kota
· Tempat
tersebut letaknya strategi untuk usaha perdagangan/perniagaan
· Timbulnya
industri di daerah itu, yang memproduksi barang-barang maupun jasa-jasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar